Jumat, 29 Mei 2009

Memilih siapa..?


Saat kita harus memilih dalam pilihan yang sulit, kadang kita mengandalkan nurani saja. Saat 8 Juli 2009 nanti kita harus memilih pemimpin kita sendiri.
Pilihan-pilihan yang harus dipilih masing-masing memendam dendam masa lalu dan masa kini. Pemimpin yang saling menjegal, menjatuhkan dan meruntuhkan akibat dendam pribadi satu sama lain.
Pemimpin yang emosi lebih dipentingkan daripada logika kepada pengabdian tulus pada pertiwi. Pemimpin yang seharusnya bisa memimpin dirinya sendiri sebelum berniat memimpin orang lain bahkan sebuah bangsa yang besar.

Nurani kita sebagai pemilih akhirnya terbentur juga pada kesadaran bahwa ternyata nuranipun sulit berkompromi dengan keadaan dan fakta yang ada.
Lalu kenapa kita tak memohon pada Tuhan, sekiranya pemimpin itu terpilih biarkan Tuhan yang mengajarkannya utk bisa memimpin dirinya sendiri dulu sebelum akhirnya memimpin bangsa dan negara.
Bila nurani kita telah identik dengan petunjukNya, barulah kita tetapkan hati untuk memilih. Tetapi bila nurani tak bisa menyuarakan suara Tuhan, maka tak perlu bersitegang untuk mencoba memilih.

Jumat, 02 Mei 2008

1-2 Mei (Aku, Buruh dan Pendidikan)


Dik,
Malam ini kita sudah tak punya beras apalagi minyak dan ikan asin
Kayubakarpun sudah tak ada untuk sekedar menjerang air sumur
Kamu kan tahu seminggu yang lalu abah diberhentikan dari pabrik
kamu juga tahu kalau emak sedang sakit
tak bisa mburuh cuci harian lagi
kamu juga denger kalo sekarang abangmu sudah tak leluasa lagi jadi pengamen prapatan
karena tiap hari dikejar-kejar tibum
kamu juga sudah tak bisa jadi tukang parkir di pasar karena lahanmu diambil si Bewok
yang kau pertahankan sampai kau luka-luka diobati dipuskesmas
Dik,
Hari ini kita bolos sekolah saja
Daripada dipanggil lagi oleh kepsek karena nunggak bayar sudah 5 bulan
Padahal kata orang-orang ada BOS untuk orang kayak kita
Padahal kita berdua sudah bersumpah pengen sekolah terus
Supaya nasib kita tidak seperti Abah dan Emak
Juga ingat nasehat ibu Guru, sekolah akan mengubah nasib
Dik,
Abah sudah 2 hari belum pulang, katanya mau nyari sewaan motor untuk ngojek
Emak tadi hanya dikompres dikeningnya pakai daun jali-jali agar turun panasnya
Emak sudah puasa 3 hari ini walaupun sedang sakit
katanya mending beras secangkir lagi tadi untuk sarapan kita berdua
kata Emak kalau sudah dikompres daun jali-jali rasanya sudah segar lagi
biar anak-anaknya bisa makan asal tidak jatuh sakit
Padahal kita tahu emak bohong
Dik, apa kamu tahu artinya outsourcing, UMK, kontrak bulanan, BOS, prasejahtera, tingkat kemiskinan, Askeskin, kapitalisme ?
Aku cuma denger orang omong itu tapi sumpah, aku gak mengerti apa itu?
Tulisan itu kubaca di kertas-kertas yang diusung pengunjuk rasa kemarin di prapatan dekat abang mengamen biasanya
Dik,
Kita cari Abah saja
Mungkin abah punya uang untuk beli beras dan ikan asin untuk hari ini saja
Biar beras dan ikan asin itu untuk makan emak
Kan kita bisa makan sisa-sisa santapan orang di restoran sana
Tapi jangan lewat depan sekolah kita ya
Takut penjaga sekolah lapor ke Kepsek karena kita bolos lagi
Kalo Abah gak ketemu, kita tetap pulang jagain Emak dirumah
Dik,
kamu tahu tabungan abang habis untuk beli obat emak
Aku juga tahu tabunganmu habis untuk berobat luka-lukamu di puskesmas
Dik,
Malam ini kita tak punya apa-apa untuk dimakan
Besok kita temanin emak puasa
Gitar abang kemarin ditawar 15 ribu
Bisa buat beli obat emak untuk sehari
Kita bawakan besok sisa makanan restoran untuk buka
Sekarang kita tidurkan perut dan otak kita dik
Biar masih ada tenaga dan pikiran untuk besok....

Selasa, 01 April 2008

Pembelajar



Aku
hanyalah seorang pembelajar semata, tak mencoba untuk lebih pintar dari orang lain. Hanya ingin memenuhi ketidaktahuan tentang sesuatu , baik yang sudah diketahui banyak orang ataupun yang belum diketahui sedikit orang .

Jangan pernah berhenti belajar. Belajar bukan untuk menjadi pintar, tetapi belajar justru untuk mengakui bahwa kita lebih bodoh daripada orang lain. Jangan menganggap dengan belajar, kita akan lebih banyak tahu. Kemengertian kita tentang sesuatu, selalu menimbulkan pertanyaan baru...dengan jawaban lama atau pertanyaan lama...dengan jawaban yang baru ketemu. Itupun bersifat sementara, relatif dan hipotesis.

P
ertanyaan baru mencuatkan ketidak mengertian kita tentang hal yang baru maupun peristiwa lama yang belum terjawab. Belajar mencamkan ketidak mengertian yang kekal. Belajar membuat kita semakin tidak tahu. Belajar saat kemarin membuat kita belajar hari ini, belajar saat esok akan membuat kita belajar lusa. Belajar yang dulu akan mengisi ketidaktahuan yang kini. Belajar besok akan memuaskan ketidak mengertian kita saat minggu depan. Begitulah belajar...

Belajar sesungguhnya hanyalah mengejar keingintahuan atas ketidak mengertian kita tentang hal-hal yang kita ingin kuasai. Setelah belajar keras dan mati-matian untuk memuaskan dahaga ketidak mengertian kita, saat itu pula kemengertian itu sudah basi...Berganti dengan hadirnya ketidak mengertian atas hal-hal yang baru kembali...

Sesungguhnya belajar harus diikuti dengan semangat sebagai pembelajar ulung. Yang hidupnya dipenuhi nafsu belajar, ber-ijtihad pada ketidak kuasaan kita tentang persoalan yang kita belum mengerti sebelum dibelajari.

Pembelajar ulung bagaikan musafir yang menenggak air laut. Bukan kenyang dahaganya tetapi malah semakin haus dan semakin haus...


Rabu, 26 Maret 2008

Sahabat datang dan pergi


Hari ini ada yang tertanam dalam-dalam didalam diriku, bahwa tiba-tiba ada sahabat yang akan pergi segera dari sekeliling kami. Tanpa berdialog, tanpa kata, tanpa sapa.
Sahabat itu kukenal sejak kecil, walapun awalnya tidak terlalu dekat tetapi seiring waktu setelah lama tak berjumpa, kemudian berinteraksi dengan jalinan waktu yang intensif.
Berlanjut menjadi teman lama yang bersahabat. Ada suatu kebetulan yang tak disangka bahwa kami ada dalam suatu tujuan yang sama, bahu membahu memajukan tujuan ini sesuai bidang-talentanya masing-masing walaupun dilokasi yang berbeda dan posisi yang berlainan pula. Dia begitu menikmati tujuan itu. Dia bahagia dengan tujuan itu.
Tetapi tiba-tiba sahabat itu mengambil keputusan untuk pergi dari tujuan kami yang dibangun bersama, mengambil jalan bersimpang arah. Keputusan yang menyentak, bikin kaget, membuat terpana...
  • Mau kemana dia ?
  • Kenapa ?
  • Apa yang dia cari lagi ?
  • Putusan sendirikah ?
  • Apa gerangan pemicunya ?

Senin, 12 November 2007

Saya-Blog-IsinYa



Nama saya Hendro Atmodjo alias Rodex. Blog saya ini hanyalah sarana untuk mengutarakan isi hati dan beberapa opini tentang hal-hal yang mungkin menarik perhatian kita, tapi juga mungkin tidak menarik sama sekali. Isi hati tak dapat didustai, isi pikiran bisa kemana-mana.... masalah-masalah yang remeh temeh barangkali malahan membuat kita interes dibandingkan masalah-masalah besar. Itu karena masalah besar banyak yang sudah memikirkan...Sekali lagi ini hanya opini-opini tentang hal kecil saja.