
Aku hanyalah seorang pembelajar semata, tak mencoba untuk lebih pintar dari orang lain. Hanya ingin memenuhi ketidaktahuan tentang sesuatu , baik yang sudah diketahui banyak orang ataupun yang belum diketahui sedikit orang .
Jangan pernah berhenti belajar. Belajar bukan untuk menjadi pintar, tetapi belajar justru untuk mengakui bahwa kita lebih bodoh daripada orang lain. Jangan menganggap dengan belajar, kita akan lebih banyak tahu. Kemengertian kita tentang sesuatu, selalu menimbulkan pertanyaan baru...dengan jawaban lama atau pertanyaan lama...dengan jawaban yang baru ketemu. Itupun bersifat sementara, relatif dan hipotesis.
Pertanyaan baru mencuatkan ketidak mengertian kita tentang hal yang baru maupun peristiwa lama yang belum terjawab. Belajar mencamkan ketidak mengertian yang kekal. Belajar membuat kita semakin tidak tahu. Belajar saat kemarin membuat kita belajar hari ini, belajar saat esok akan membuat kita belajar lusa. Belajar yang dulu akan mengisi ketidaktahuan yang kini. Belajar besok akan memuaskan ketidak mengertian kita saat minggu depan. Begitulah belajar...
Belajar sesungguhnya hanyalah mengejar keingintahuan atas ketidak mengertian kita tentang hal-hal yang kita ingin kuasai. Setelah belajar keras dan mati-matian untuk memuaskan dahaga ketidak mengertian kita, saat itu pula kemengertian itu sudah basi...Berganti dengan hadirnya ketidak mengertian atas hal-hal yang baru kembali...
Sesungguhnya belajar harus diikuti dengan semangat sebagai pembelajar ulung. Yang hidupnya dipenuhi nafsu belajar, ber-ijtihad pada ketidak kuasaan kita tentang persoalan yang kita belum mengerti sebelum dibelajari.
Pembelajar ulung bagaikan musafir yang menenggak air laut. Bukan kenyang dahaganya tetapi malah semakin haus dan semakin haus...